Ghita Anathasia, Perempuan Hebat Pemandu Diving di Raja Ampat

- Selasa, 9 November 2021 | 13:32 WIB
Ghita Anathasia
Ghita Anathasia

 

HALLO SELEB - Ghita Anathasia perempuan berparas manis asli Bekasi yang saat ini menetap di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua, berprofesi sebagai aktivis, pengajar dan pemandu diving serta CEO Arborek Dive Shop.

Desa Arborek berada di Papua Barat yg lokasinya bisa dicapai sekitar 3-4 jam dari Sorong menggunakan kapal ferry ke Waisai. Selanjutnya perjalanan dengan menggunakan speed boat selama dua jam.

Desa ini telah banyak mendapatkan penghargaan antara lain sebagai desa terbersih, nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta penghargaan-penghargaan lainnya.

Ghita menceritakan bagaimana awalnya dia bisa tinggal di desa Arborek. Dia bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat di desa untuk bisa memanfaatkan potensi kekayaan yang ada di desa tersebut dilansir oleh hallo seleb dari berbagai sumber.

Menurut Ghita banyak pemuda yang telah mengenyam pendidikan ke jenjang yang tinggi tetapi tidak melakukan apapun setelah kembali ke desanya.

Dari situ,  timbul pemikirannya bagaimana agar pemuda di desa tersebut bisa berdaya. Awal mulanya dia bekerja sebagai instruktur diving dengan modal hanya empat buah tabung penyelam dan dua pasang alat selam. Akhirnya semakin berkembang sehingga sekitar 12 orang pemuda lokal Raja Ampat membantunya untuk mengelola usahanya.

Saat ini masih tersisa empat orang yang membantunya, sedangkan lainnya sudah mandiri. Orang yang pernah membantunya saat ini sudah ada yg bekerja di resort atau membuka usaha sendiri seperti guide scuba sama hal seperti dirinya. Anak buahnya memang telah dilatih sebelumnya di scuba diving yang dia kelola.

Menurutnya Dive shop yang dikelolanya tidak hanya fokus pada kegiatan menyelam tetapi juga mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Misalnya saja kerajinan anyaman yang dibuat oleh ibu-ibu yang sebelumnya hanya untuk kalangan mereka sendiri. Sehingga sekarang kerajinan anyaman tersebut dapat diperluas menjadi potensi lokal untuk mendapatkan penghasilan.

Halaman:

Editor: Dian Susilo

Sumber: Facebook

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar Menulis Berita Hingga Novel Yang Kian Diminati

Selasa, 21 Desember 2021 | 15:38 WIB

Berhubungan Seks Saat Menstruasi, Ini Dia Bahayanya

Selasa, 2 November 2021 | 10:48 WIB

Menjaga Mata Tetap Sehat, Ternyata Sangat Mudah Loh!

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:49 WIB

Terpopuler

X