Di Peringatan Hari Santri Nasional, Santri Abad 21 Harus Punya Kemampuan Literasi Digital

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:22 WIB
Ponpes Al Munawaroh Jombang
Ponpes Al Munawaroh Jombang

HALLO SELEB - Santri yang mondok di pesantren harus dibekali dengan kemampuan teknologi digital. Pembelajaran di pondok pesantren juga harus bisa membekali santri siap bersaing di dunia industri. Hal ini dikatakan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, saat hadir di peringatan Hari Santri, di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

“Santri abad ke-21 harus memiliki keterampilan literasi digital (digital literacy), di samping literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan,” ujar Zainut.

Menurutnya, santri saat ini bisa disebut santri milenial, dimana mereka hidup dalam dunia teknologi tinggi. Oleh sebab itu merupakan tugas pengajar di pondok pesantren, untuk bisa menghasilkan santri yang melek teknologi di samping bisa mengaji sebagai hal yang utama.

“Revolusi digital diperkirakan akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia, yang diestimasi terjadi sampai tahun 2030 karena digantikan oleh mesin. Hal ini bisa menjadi ancaman dunia termasuk bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki angkatan kerja dan angka pengangguran yang cukup tinggi,” ujar Zainut.

Proses pembelajaran di pondok pesantren, lanjut Zainut, harus tetap memperhatikan pendidikan yang bisa membuat santri dapat berpikir secara kritis, serta mampu bersaing di dunia usaha atau industri untuk kehidupannya di masa depan.

Baca Juga: Ditetapkan WHO, Kota Madinah Jadi Kota Tersehat di Dunia

“Di samping para ustadz di pesantren menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada santri, yaitu karakter religius dan jiwa fastabiqul khairat atau berlomba-lomba untuk kebaikan, penting pula ditanamkan penguasaan teknologi,” tambah Zainut.

Para santri milenial saat ini merasa dihargai sebab telah ada Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober sesuai keputusan pemerintah melalui Keputusan Presiden No 22/2015.

Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional merujuk seruan resolusi jihad oleh pendiri NU KH Hasyim Asyari yang dicetuskan di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.

Halaman:

Editor: Ari Utari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X