Pernah 'Nyantri' Kilat, Nadiem Makarim Kagumi Gaya Pesantren Membentuk Karakter

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:13 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren di Jawa Timur, Kamis (21/10)
Mendikbudristek Nadiem Makarim saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren di Jawa Timur, Kamis (21/10)

HALLO SELEB--Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengaku sangat terkesan dengan sistem pendidikan di Pesantren. Dia bahkan ingat saat kecil pernah ikut ayahnya menginap di Pondok Pesantren <span;>Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, selama tiga hari.

"Pesantren Al Falah Ploso ini menyisakan kenangan tersendiri bagi saya. Sebab, saat kecil, saya pernah diajak ayah menginap di sini selama tiga hari," ujar Nadiem, saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Falah Ploso dan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Kamis (21/10).

Di Ponpes Al Falah Ploso, Nadiem diterima oleh pengasuh pesantren yakni KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar. Sedangkan saat di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) diterima langsung oleh Dewan Pengasuh Pesantren Lirboyo,  KH. Anwar Manshur, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Zamzami Mahrus, dan KH. An’im Falahudin MahrusMendikbudristek juga diminta menyapa para santri yang sedang melakukan istigasah. Momen itu digunakannya untuk mengucapkan selamat kepada para santri atas peringatan Hari Santri Nasional.

“Ini saya, Mendikbudristek Nadiem Makarim dari pesantren Lirboyo mengucapkan selamat Hari Santri. Luar biasa sekali generasi masa depan kita.Nanti kalau kalian sukses, jangan lupa kepada saya, ya. Santri Indonesia tidak kalah berprestasi dari murid-murid lainnya,”kata Mendikbudristek Nadiem dan disambut gembira para santri Pesantren Lirboyo.

Bagi Nadiem, kunjungannya ke Ponpes sangat luar biasa. Pesantren itu membawa keberuntungan baginya, karena sekarang dia bisa kembali ketika menjabat sebagai menteri.

"Itu momen personal yang spesial buat saya,” ungkap Nadiem.

Ditambahkan Nadiem, dengan berkunjung ke pondok pesantren, ia bisa banyak belajar untuk mengetahui cara ponpes menghadirkan generasi penerus bangsa yang berkarater kuat.

“Di sini tidak ada tawuran dan tindak kekerasan karena pendidikan di ponpes berfokus pada akhlak. Dari pagi sampai malam fokusnya adalah bagaimana perilaku yang baik kepada sesama santri dan orang di sekitarnya. Itu luar biasa,”pungkasnya. ***

Editor: Dian Susilo

Sumber: Kemendikbud Ristek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X